Minggu, 08 April 2018

MATA HATI



Assalaamu a’laikumwarohmatullooHi wabarokaatuh para sahabat bias yg di mulyakan Allah SWT

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM
SUBHAANALLLOH WALHAMDULILLAAH WALAA ILAAHA ILLALLOOHU ALLOOHU AKBAR
LAA HAWLAA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAHIL A’LIYYIL A’ZHIIM WA ATUUBU ILAIH
ALLOOHUMMA SHOLLI A’LAA SAYYIDINA MUHAMMAD WA A’LAA AALIHI WASHOHBIHI WASALLIM

MATA HATI

Bagaimana hati dapat disinari sedangkan gambar-gambar alam maya melekat pada cerminya,
atau...
Bagaimana mungkin berjalan kepada ALLOH SWT sedangkan ia masih di belenggu oleh syahwatnya,
atau..
Bagaimana akan masuk ke hadirat ALLOH SWT sedangdan dia masih belum suci dari junub kelalainya,
atau..
Bagaimana untuk mengharap mengerti rahasia-rahasia yang halus sedangkan dia belum taubat dari dosanya..


KELALAIAN, KEKELIRUAN, DAN KESALAHAN

Setiap manusia dianugerahi kelima pancaindera,

Namun tahukah,
apabila kita semua ini diberikan KEISTIMEWAAN YANG SESUNGGUHNYA BILA DIGALI LEBIH DALAM kita mempunyai indera ke enam.

Indera keenam kita adalah MATA HATI  yang ALLOH berikan kepada setiap manusia.

Mata hati ibarat kaca yang dapat melihat sesuatu (bercermin) atau ibarat pisau tumpul yang dapat diasah sampai tajam sehingga dapat memotong sesuatu benda.

Setiap manusia mempunyai mata hati yang asal mulanya ALLOH ciptakan bersih tanpa ada noda sedikitpun, tetapi kemudian dinodai oleh sifat-sifat buruk dan keduniawian.

Ketika kita masih kecil mata hati kita masih bersih
sehingga dapat melihat hal-hal yang ghaib dan dapat menangkap ilmu pengetahuan dengan mudah,

Tetapi setelah kita besar mata hati kita sudah ternodai oleh sifat-sifat buruk dan keduniawian sehingga tidak dapat melihat lagi hal-hal yang ghaib (tertutup).

Tempat mata hati adalah Qalbu ( hati nurani )
yang selalu berubah setiap saat sesuai dengan perbuatan manusia sehari-hari
jika berbuat jahat akan lupa kepada ALLOH,
Maka Qolbu itu menjadi kotor,
dan jika berbuat baik atau berDzikir Qolbu itu akan bersih kembali.

Nabi MUHAMMAD SAW :
"Hati manusia itu ibarat sehelai kain putih yang apabila manusia itu berbuat dosa maka tercorenglah / ternodailah kain putih tersebut dengan satu titik noda kemudian jika sering berbuat dosa lambat-laun sehelai kain putih itu berubah menjadi kotor / hitam".

" JIKA HATI NURANI SUDAH TERKOTORI, MAKA AKAN TERKUNCI NURANINYA, DAN SUKAR MENERIMA PETUNJUK DARI ALLOH"


Ada empat tahap untuk menajamkan atau membersihkan Mata hati :

1) Pertama, Mengosongkan hati dari sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, benci, dan dari sifat keduniawian.

2) Kedua, Membuang daya khayal yang mengganggu keyakinan hati kemudian berfikir tentang hal-hal ghoib yang kita ketahui.

3) Ketiga, Mendawamkan (mengekalkan) solat dan berzikir pada malam hari kerana kesepian malam dapat menambah kekhusyukan hati.

4) Keempat, Meningkatkan Iman dan Kecintaan kepada ALLOH
yaitu mencintai ALLOH dari segala-galanya selalu bermunajat (mohon pertolongan ALLOH)
dan Istikhoroh (meminta petunjuk dari ALLOH SWT).


Jika SETIAP HATI ADALAH CAHAYA..
maka SINARILAH SETIAP TEMPAT DENGAN CAHAYA HATIMU...

ALLOH itu CAHAYA LANGIT dan BUMI
maka
BERI MAKANLAH HATIMU DENGAN CAHAYA ALLOH..
MELALUI JALAN DZIKRULLOH..
sebab makanan hati itu adalah cahaya

SUBHAANALLOOH WABIHAMDIHI SUBHAANALLOOHIL A’ZHIIM

LAA ILAAHA ILLALLOOH MUHAMMADURROSULULLOH..


SalamRahmatan lil aa’lamiin saudaraKu semua

Wassalaamu a’laikum warohmatullooHi wabarokaatuh
Salam sahabat bias

Tanya jawab bias ( bimbingan Islam ) kisah nabi Muhammad saw





Asalahmualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Kali ini mungkin sedikit untuk pembahasan masalah tentang kisah Rhasulloh saw

Sahabat bias bertanya apa sih perbedaannya nabi Muhammad saw dengan ahmad bin abdilah
Sebelum mendapatkan  gelar nabi atau Rhasulloh saw
Baik mari kita simak uraiannya seperti. Apa dengan singkat
Sejarah nabi Muhammad saw adalah pada jaman jahiliah
Seorang kake yang bernama Abdul motolib memberikan nama Muhamad yang berati orang yang sangat terpuji
Dan pada masa jaman itu nama Muhamad adalah nama yg asing di dengarnya,orang jauhilah sangat heran kenapa Abdul Muthalib tersebut berbeda dengan adat orang Quraisy dahulu.
Dan ada beberapa orang Quraisy memberikan masukan kepada Abdul Muthalib,

لما رغبت به عن أسماء أهل بيته؟

“Mengapa tidak dinamai dengan nama salah seorang dari kerabatnya saja?”

Abdul Muthalib menjawab,

أردت أن يحمده الله تعالى في السماء وخلقه في الأرض

“Aku ingin agar Allah memujinya di langit, dan ia dipuji makhluk-makhluk-Nya di bumi” (Lihat Dala ilun Nubuwwah 1: 113).
Ucapan ini menjadi kenyataan. Allah telah menjadikan Nabi kitashallallahu’alaihiwasallam adalah orang yang paling terpuji dan paling mulia di segenap penduduk langit dan bumi. Dalam Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsirrahimahullah mengomentari perkataan Abdulmutholib ini. Beliau mengatakan, “Allah‘azzawajalla telah mengilhamkan kepada mereka untuk menamai Nabi dengan nama Muhammad (orang yang terpuji). Hal ini karena dalam diri beliau telah tertanam sifat-sifat yang luhur, agar menjadi sepadan antara nama dan tindakan, dan agar sinkron antara nama dan yang diberi nama, baik dalam hal nama maupun tindak-tanduknya” (Bidayah wan Nihayah1: 669)
Baik langsung saja
Kepoko pembahasan sja yg di mana rosulolh sebelmu mendapatkan gelar rosul,beliau mendapat gelar
Al Amin
Gelar “Al-Amin” bagi Muhammad SAW disandangkan oleh penduduk Mekkah karena dikenalnya Muhammad SAW sebagai seorang laki-laki yang penuh amanat dan kejujuran. Dan karena fakta ini, amanat dan jujur, saja yang menarik hati seorang Khadijah yang kemudian berharap dapat menikahinya, setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri saat beliau dipekerjakan di usaha dagang yang digelutinya. Belakangan harapannya itu terkabulkan.

Tak sedikit penduduk Mekkah yang ketika hendak meninggalkan rumahnya mereka menitipkan barang-barang berharganya pada Muhammad SAW. Banyaknya penduduk yang mengenali Muhammad SAW sebagai orang yang dapat dipercaya penuh, maka tak heran jika mereka pernah menjadikan Muhammad SAW sebagai hakim atau pemutus masalah ketika mereka bertengkar soal kelompok yang berhak meletakkan Hajar Aswad saat bangunan Ka’bah direnovasi. Muhammad SAW-lah yang akhirnya dipercaya sebagai penengah hingga batu hitam tersebut dapat dikembalikan olehnya.

Pernah dalam peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah, beliau masih memiliki sejumlah barang titipan dari beberapa warga. Ketika itu beliau hendak dibunuh oleh orang-orang kafir Qureisy sehingga dirinya mengatur strategi dengan memanfaatkan keponakannya, Ali bin Abu Thalib, agar menggantikan posisi tidurnya saat para musuh mendekati kediamannya.

Sebelum Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, beliau meminta Ali agar tetap tinggal di Mekkah dan jangan meninggalkannya dikarenakan beliau memiliki titipan barang-barang milik penduduk Mekkah. Pesan kepada Ali ini dimaksudkan agar Ali  dapat mengembalikan barang-barang titipan tersebut hingga setelah semua dikembalikan barulah Ali diperbolehkan ikut hijrah.

Kejujuran dan amanat merupakan ciri khas Rasulullah SAW yang sudah melekat dan dimiliki sejak beliau berumur kanak-kanak hingga dewasa. Tak sedikit kisah yang menggambarkan hubungan antara akhlak yang terjaga dengan sifat mulia yang dimilikinya itu. Misalnya, sejak kanak-kanak Muhammad SAW tak pernah menyia-nyiakan waktunya untuk bersenda gurau yang berlebihan. Beliau juga menjaga diri dari hadir di tengah perayaan kaum jahiliyah, tak pernah mencicipi minuman keras, dan tak tertarik bermain judi.

Akhlak terpuji itulah yang mengantarkannya menjadi manusia pilihan yang, tanpa diminta, masyarakat memberikan gelar kepada beliau dengan ‘’Al-Amin”.
Begulah kisah pendek rosulloh pada masanya
Lalu kenpa nabi Muhammad saw mendapat julukan atau gelar shalallahu
Alahi wasalam sedangkan nabi yg lain adalah as (alaihi salam)
nabi Muhammad mendapat gelar SAW ( Shallawlahu Alaihi Wasallam) yang artinya sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW. SAW merupakan sebuah pujian khusus yang di ucapkan oleh para umatnya dengan menandainya sebagai nabi akhir zaman. nabi muhammad mendapat imbuhan sholawat yang artinya do'a kepadanya yang telah menunjukkan jalan kebenaran islam kepada kita semua.

       sementara nabi sebelumnya mendapat gelar AS (Alaihis Salam) yang artinya semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya (para nabi). AS merupakan perintah untuk mengucapkan salam pada para pengikutnya.

      para nabi mendapat panggilang sedemikian untuk membedakan kenabaiannya dari seruh umat manusia yang ada. kita selaku umat manusia hendaklah bersholawat sebagai mana perintah al-quran surat Al Ahzab (33): 56
Bahas kisah Rhasulloh emng snagat asik dan bikin baper orang pembacanya dan ga mungkin sekali kita bisa smape menyerupai beliau
Tapi alangkah baiknya kita sebagai umatnya tau betul tentang kisah kisah Rhasulloh saw untuk bahan renungan kita alangkah mulianya beliau pada masa hidupnya
Mungkin itu hanya sebagian kisah kecil saja yg saya utarakan masih masih banyak lagi kisah kisah Rhasulloh saw pada masanya mungkin lain kali kita bahas lagi.
 Dan pertanyaan untuk Ahmad Abdullah belum saya jawab karna saya kurang tau sejarahnya seperti apa mungkin lain kali  kita akan bahas tentang siapa Ahmad bin Abdullah

Mungkin sekian dulu dari saya
Semoga bermanfaat ilmunya
Husus bagi si pembaca umumnya buat kita semua
Barokallohufiik
Wasalam
Bimbingan islam







DENGAN HATI YANG IKHLAS

🍁السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

🍁بسم الله الر حمن الر حيم

        🌺 DENGAN HATI 🌺





🌻 Sahabat Yang Selalu Di Rahmati Allah Subhanahu wata'ala.

🌻 Masih Adakah Yang Hoby Mempermainkan HATI
Seorang hamba sudah pasti mempunyai hati yang telah Allah Ta’ala berikan kepadanya sejak penciptaannya.

🌻 Namun, pernahkah kita membuat suatu keputusan yang didalamnya terdapat kepastian yang belum pernah terjadi? Atau bahkan tidak akan pernah terjadi, misalkan saja bahwa kita akan berjanji kepada seseorang lawan jenis anda (bisa laki-laki kepada perempuan), mengatakan bahwa kita akan tetap istiqamah untuk menjaga hati padanya agar bisa untuk menjadi pendamping hidupnya kelak dikemudian hari.

🌻 Ingatlah, bahwa disini ketentuan Allah bisa saja tidak sesuai dengan apa yang engkau harapkan.

🌻 Ingatlah bahwa ketika kita sekarang menyukai sesuatu dan sangat akan hal itu terwujud lalu menghalalkan segala cara agar itu terwujud dengan hal yang bertentangan akan kebenarannya di masa mendatang. Dalam Al-Qur’an pun ada salah satu ayat yang menjelaskan bahwa Allah lah yang maha mengetahui, ayat itu terdapat pada surat Al-Baqarah: 216

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

 🌻 Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

🌻 Lantas bagaimana ketika kita menyukai akan suatu hal, apalagi jika kita menyukai seorang lawan jenis. Urusan hati ini memang sangat erat dengan urusan rasa suka antara seorang ikhwan dengan seorang akhwat. Namun jika kalian menyukai seseorang ataupun suatu hal, maka langkah yang terbaik adalah berdoa kepada Allah Ta’ala dengan rasa ketulusan yang penuh harap bahwa hal yang engkau minta ini akan mendatangkan suatu hal kebaikan bagi agamamu kelak.

🌻 Hal ini terdapat pada beberapa hadis bahwa kita semua di haruskan untuk berdoa meminta kepada Allah Ta’ala,

يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك

    Wahai Dzat yang membolak balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu [HR.Tirmidzi: 3522]

يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى طـا عــتـك

    Wahai Dzat yg membolak balikkan hati teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepadamu [HR. Muslim: 2654]

🌻 Namun ketika Allah Ta’ala tidak mengabulkan terhadap permintaan doa kita bukan berarti Allah itu jahat terhadap kita! Melainkan Allah telah mempunyai rencana yang lebih baik terhdap doa yang kita minta,

🌻 Allah telah mempersiapkan suatu hal yang tidak kita sangka-sangka sebelumnya dan Allah mewujudkan doa kita dengan rencana yang lebih mulia untuk kehidupan kita. Bukankah dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa suatu hal yang tidak engkau sukai itu belum tentu akan menyengsarakan dirimu? Kita harus percaya bahwa Allah Ta’ala mempunyai suatu rencana yang lebih baik daripada rencana kita.

🌻 Semoga bermanfaat 😊


🌻 SILAHKAN SHERE 😊 🙏


Sabtu, 07 April 2018

🌺 ADAB JIMA' DAN CARA BERHUBUNGAN INTIM SUAMI ISTRI DALAM ISLAM (Khusus Dewasa).

🍁السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

🍁بسم الله الر حمن الر حيم



#Sebelumnya ana minta maaf jika di anggap hal yang Tabu.

🌻 Mungkin bagi sebagian orang hal ini dianggap kurang penting, karena mereka berpendapat : Hubungan intim suami isteri (Jima) tidak perlu pakai adab dan aturan alami saja.. nyaman.. Sah-sah saja pendapat tersebut karena itu hak asasi tapi…. sebelum berpendapat demikian coba pikirkanlah.

🌻 Di Zaman Sekarang kita banyak menjumpai gadis yang berpakaian sangat minim, “ Pak Kyai (Guru ngaji)saya pernah ditanya oleh seorang Ibu : “Pak kenapa anak gadis saya nggak punya malu, berpakaian selalu yang minim-minim, saya jadi malu dengan tetangga, segala cara sudah saya usahakan tapi tetap saja anak saya bandel, susah sekali dinasehati kenapa pak bisa demikian?

Jawab Pak Kyai : “Kamu bikin anak telanjang nggak ditutup jadi anaknya ya begitu”

🌻 Apa benar begitu? Ya bisa jadi memang demikan karena Islam mempunyai adab dan cara yang baik dalam berhubungan intim (jima’) sehingga jika jima’ yang dilakukan tidak sesuai dengan adab ajaran Islam bisa saja keadaan seperti diatas terjadi. Lihat saja hampir 99% gadis yang berpakaian minim dan seksi karena orang tuanya tidak mempunyai pengetahuan agama Islam yang cukup terutama dalam hal jima’.

🌻 Setelah saya cari alasannya kenapa Guru ngaji sahabat saya berkata demikian, ternyata Pak Kyai ini berpedoman pada hadist Rasullullah SAW:

🌻 Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

🌻 Rasullullah SAW melarang jima’ tanpa penutup pasti ada maksudnya, selain yang diketahui yaitu adanya mahluk Allah lain yang melihat (jin, qorin dll), bisa jadi anak yang dihasilkan dengan jima’ telanjang akan menjadi anak yang kurang mempunyai rasa malu seperti diatas, hanya saja untuk memastikan jawabannya mungkin hanya orang yang diberi pengetahuan lebih oleh Allah seperti Pak Kyai diatas.

🌻 Oleh karena itulah pengetahuan adab hubungan intim suami isteri dalam islam ini sangat penting agar muslimin dan muslimat diharapkan mempunyai keturunan yang baik dan tidak terjebak dalam perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam.

🌻 Adab dan Cara Berhubungan Intim ( Jima’) yang baik menurut Islam dapat dibagi dalam 3 keadaan yaitu :

A. Adab sebelum Jima’
B. Adab saat Jima’
C. Adab setelah Jima’

A. Adab sebelum Jima’ ..

1. Menikah ..

Menikah adalah syarat mutlak untuk dapat melakukan hubungan intim secara Islam, Menikah juga harus sesuai syarat dan rukunnya agar sah menurut islam. Syarat dan Rukun pernikahan adalah : Adanya calon suami dan istri, wali, dua orang saksi, mahar serta terlaksananya Ijab dan Kabul. Mahar harus sudah diberikan kepada isteri terlebih dahulu sebelum suami menggauli isterinya sesuai dengan sabda Rasullullah SAW:

🌻 “.Ibnu Abbas berkata: Ketika Ali menikah dengan Fathimah, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: “Berikanlah sesuatu kepadanya.” Ali menjawab: Aku tidak mempunyai apa-apa. Beliau bersabda: “Mana baju besi buatan Huthomiyyah milikmu?”. Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim.

🌻 Ini artinya Ali harus memberikan mahar dulu sebelum “mendatangi” Fathimah

Dalam Islam, setiap Jima’ yang dilakukan secara sah antara suami dengan isteri akan mendapat pahala sesuai dengan Sabda Rasullullah sallahu alaihi wassalam:

🌻 “Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

🌻 Jadi Sungguh sangat beruntung bagi yang sudah menikah karena akan mendapat pahala jika jima’ dengan suami/istrinya sendiri , beda jika belum menikah jima’ akan menjadi dosa dan terkena hukum zina yang merupakan dosa terbesar no.2 setelah dosa sirik. Zina tidak saja akan mendapatkan dosa tapi juga Penyakit lahir maupun batin yaitu penyakit batin/jiwa (enggan menikah) dan penyakit lahir berbahaya seperti AIDS yang berbahaya karena belum ada obatnya yang cespleng sehingga penderitanya seperti tervonis menunggu mati dll.

🌻 Menikah sangat banyak kebaikannya yaitu: Menikah sangat dianjurkan Allah & Rasullullah SAW, menikah akan mendapatkan hak untuk ditolong Allah, dapat memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, menambah keluhuran/ kehormatan dan yang pasti anda telah berhasil mengalahkan setan dkk karena orang yang menikah telah berubah menjadi orang yang penuh dengan pahala dan jika beribadahpun akan berlipat –lipat pahalanya dibandingkan ibadahnya saat membujang

🌻 Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

🌻 Sabda Rasulullah saw,”Tiga orang yang memiliki hak atas Allah menolong mereka : seorang yang berjihad di jalan Allah, seorang budak (berada didalam perjanjian antara dirinya dengan tuannya) yang menginginkan penunaian dan seorang menikah yang ingin menjaga kehormatannya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim dari hadits Abu Hurairoh)

🌻 Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).

🌻 Jadi jangan sampai ditipu mentah-mentah oleh setan untuk tidak ada keinginan / menunda nikah dengan lebih menyukai pacaran karena

🌻 “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

🌻 Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).

🌻 Jika ada orang yang enggan menikah karena alasan materi seperti penghasilan belum, tidak ada biaya atau miskin dll renungkanlah firman Allah SWT yang pasti benar dalam Al Quran S. An Nuur ayat 32:

🌻 Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.An Nuur 32) Bagi yang sudah mampu memberi nafkah tapi belummau menikah simaklah:

🌻 Sabda Rasulullah saw.: Wahai kaum pemuda! Barang siapa di antara kamu sekalian yang sudah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia menikah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan melindungi kemaluan (alat kelamin). Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penawar bagi nafsu. (Shahih Muslim No.2485)

🌻 Demikianlah untuk dijadikan pengetahuan bagi yang belum menikah

2. Memilih Hari dan Waktu yang baik / sunnah untuk jima’ ..

🌻 Semua hari baik untuk jima’ tapi hari yang terbaik untuk jima’ dan ada keterangannya dalam hadist adalah hari Jumat sedangkan hari lain yang ada manfaatnya dari hasil penelitian untuk jima’ adalah hari Kamis. Sedangkan waktu yang disarankan oleh Allah SWT untuk jima adalah setelah sholat Isya sampai sebelum sholat subuh dan tengah hari sesuai firman Allah dam surat An Nuur ayat 58.

🌻 Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig diantara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu . Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 24:58)

🌻 Melihat kondisi diatas maka hari dan waktu terbaik untuk jima adalah : Hari Kamis Malam setelah Isya dan Hari Jumat sebelum sholat subuh dan tengah hari sebelum sholat jumat. Hal ini didasarkan pada Hadist berikut:

🌻 Barang siapa yang menggauli isterinya pada hari Jumat dan mandi janabah serta bergegas pergi menuju masjid dengan berjalan kaki, tidak berkendaraan, dan setelah dekat dengan Imam ia mendengarkan khutbah serta tidak menyia-nyiakannya, maka baginya pahala untuk setiap langkah kakinya seperti pahala amal selama setahun,yaitu pahala puasa dan sholat malam didalamnya (HR Abu Dawud, An nasai, Ibnu Majah dan sanad hadist ini dinyatakan sahih)

🌻 Dari Abu Hurairah radliyallhu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yang datang di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor kambing gibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Bukhari no. 881 Muslim no. 850).

🌻 Pendapat di atas juga mendapat penguat dari riwayat Aus bin Aus radliyallah ‘anhu yang berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun.” (HR. Abu Dawud no. 1077, Al-Nasai no. 1364, Ibnu Majah no. 1077, dan Ahmad no. 15585 dan sanad hadits ini dinyatakan shahih).

🌻 Kamis, hari terbaik untuk berhubungan jima' Berdasarkan penelitian, tingkat energi kortisol alami yang merangsang hormon seks berada di titik puncak pada hari Kamis. Aturlah jam alarm Anda agar terbangun dan siap untuk melakukan hubungan di pagi hari Kamis. Hari ini adalah ketika hormon testosteron pada pria dan estrogen pada wanita lima kali lebih tinggi dari biasa.

NB: Ada persesuaian antara hari kamis menurut penelitian dengan hari jumat dalam hadist karena Hari Jumat menurut orang islam dimulainya saat Maghrib (hari kamis sore) dan berakhir pada jumat sore sebelum maghrib

3. Disunahkan mandi sebelum jima’ ..

🌻 Mandi sebelum jima’ dan bersikat gigi bertujuan agar memberikan kesegaran dan kenikmatan saat jima’. Mandi akan menambah nikmat jima karena badan akan terasa segar dan bersih sehingga mengurangi gangguan saat jima’. Jangan lupa jika setelah selesai jima’ dan masih ingin mengulangi lagi sebaiknya kemaluan dicuci kemudian berwudhu.

🌻 Abu Rofi’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud no. 219 dan Ahmad 6/8. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

4. Sebaiknya sholat sunnah 2 rakaat sebelum jima’ ..

🌻 Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata: Aku memberi nasehat kepada seorang pria yang hendak menikahi pemudi yang masih gadis, karena ia takut isterinya akan membencinya jika ia mendatanginya, yaitu perintahkanlah (diajak) agar ia melaksanakan sholat 2 rakaat dibelakangmu dan berdoa : Ya Allah berkahilah aku dan keluargaku dan berkahilah mereka untukku. Ya Allah satukanlah kami sebagaimana telah engkau satukan kami karena kebaikan dan pisahkanlah kami jika Engkau pisahkan untuk satu kebaikan (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Thabrani dngan sanad Sahih

5. Menggunakan parfum yang disukai suami/ isteri sebelum jima’ ..

🌻 Menggunakan parfum oleh perempuan sebelum jima di sunahkan karena akan lebih lebih meningkatkan gairah suami isteri sehingga meningkatkan kualitas dalam berhubungan suami isteri. Hal ini didasarkan pada hadist berikut : Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).

🌻 Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad, 4/418; shahihul jam’: 105)

“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid (dengan tujuan) agar wanginya tercium orang lain maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi sebagaimana mandi janabat” (HR Ahmad2/444, shahihul jam’ :2073.)

🌻 Penggunaan parfum oleh wanita diperbolehkan atau disunatkan tergantung dari tujuannya, jika tujuannya untuk merangsang suami dalam jima’ disunahkan tapi jika digunakan untuk merangsang kaum laki-laki akan berdosa.

6. Berpakaian dan berdandan yang disukai suami / isteri sebelum jima’ ..

🌻 Seorang isteri sebaiknya berdandan dan memakai pakaian yang disukai suami untuk menyenangkan dan memudahkan suami berjima’. Berpakaian seksi dikamar tidur dimana hanya suami atau isteri yang melihatnya diperbolehkan dalam islam karena dapat meningkatkan kualitas hubungan suami isteri (Hadist menyusul)

7. Berdoa meminta perlindungan Allah sebelum Jima’ ..

🌻 Berdoa sangat penting sebelum melakukan jima’ terutama adalah doa memohon perlindungan kepada Allah terhadap gangguan setan dalam pelaksanaan jima. Berdoa dimulai dengan mengucapkan:

“ Bismillah. Allahumma jannabnasyoithona wa jannabisyaithona maa rojaktanaa”

Artinya : Dengan nama Allâh. Ya Allâh, hindarkanlah kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetan

🌻 Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: “Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami”. Sebab jika ditakdirkan hubungan antara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya. (Shahih Muslim No.2591)

🌻 “Dari Ibnu Abbas r.a. ia menyampaikan apa yang diterima dari Nabi SAW. Beliau bersabda, “Andaikata seseorang diantara kamu semua mendatangi (menggauli) isterinya, ucapkanlah, “Bismi Allâhi, Allâhumma Jannibnâ Syaithânâ wajannibi al-syaithânâ mâ razaqtanâ.” (Dengan nama Allâh. Ya Allâh, hindarilah kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetan.” Maka apabila ditakdirkan bahwa mereka berdua akan mempunyai anak, syetan tidak akan pernah bisa membahayakannya.” (HR. Bukhâri Kitab Wudhuk Hadist 141).

Jika jima’ untuk dengan tujuan mendapatkan anak bisa berdoa sbb :

🌻 “Ya Allah berilah kami keturunan yang baik, bisa dijadikan pembuka pintu rahmat, sumber ilmu, hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat” Amin

B. Adab saat jima’ ...

1. Jima dalam ruang tertutup tidak ditempat terbuka ..

🌻 Jima adalah hubungan yang sangat pribadi sehingga jika dilakukan ditempat terbuka (atap langit) dengan tekhnologi lensa terkini dapat saja hubungan itu terlihat atau direkam oleh karena Jima’ ditempat tertutup lebih baik. (Hadist menyusul)

2. Melakukan cumbu rayu saat jima dan bersikap romantis ..

🌻 Islam mengajarkan jima yang disertai dengan pendahuluan ungkapan perasaan kasih sayang seperti ucapan romantis, ciuman dan cumbu rayu dan tidak mengajarkan langsung hajar tanpa pendahuluan . Hal ini sesuai dengan: Sabda Rasul Allâh SAW: “Siapa pun diantara kamu, janganlah menyamai isterinya seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan perantaraan. Selanjutnya, ada yang bertanya: Apakah perantaraan itu ? Rasul Allâh SAW bersabda, “yaitu ciuman dan ucapan-ucapan romantis”. (HR. Bukhâriy dan Muslim).

🌻 Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Beliau bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR. At-Tirmidzi).

🌻 Ketika Jabir menikahi seorang janda, Rasulullah bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kalian bisa saling bercanda ria? …yang dapat saling mengigit bibir denganmu.” HR. Bukhari (nomor 5079) dan Muslim (II:1087)

3. Boleh, memberikan rangsangan dengan meraba, melihat, mencium kemaluan isteri ...

🌻 Suami boleh melihat, meraba, mencium kemaluan isteri begitu juga sebaliknya, meskipun boleh mencium kemaluan itu lebih baik jika tidak dilakukan karena yang demikian itu lebih bersih.

🌻 Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)

🌻 “Dari Aisyah RA, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana…” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Menggunakan selimut sebagai penutup saat berjima ..

🌻 Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

5. Jima boleh dari mana saja asal tidak lewat jalan belakang/dubur (sodomi)

🌻 Jima dengan isteri boleh dilakukan darimana arah mana saja dari depan, samping , belakang ( asal tidak sodomi) atau posisi berdiri, telungkup, duduk, berbaring dll

🌻 Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)

Note : Dubur adalah bukan tempat bercocok tanam yang menghasilkan tanaman (keturunan) tapi tempat pembuangan kotoran

🌻 Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya”. (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)

6. Boleh menggunakan kondom atau dikeluarkan diluar kemaluan isteri (‘Azl) ..

🌻 Dari Jabir berkata: ”Kami melakukan ’azl di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya” (HR muslim).

C. Adab setelah jima’ ...

1. Tidak langsung meninggalkan suami / isteri setelah jima’ berdiam diri ..

2. Mencuci kemaluan dan berwudhu jika ingin mengulang Jima’ ..

🌻 Dari Abu Sa’id, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulangi senggamanya, maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Muslim no. 308)

3. Berdoa setelah Jima ...

4. Mandi besar / Mandi janabah setelah jima’ ..

🌻 “Dari Ubai bin Ka`ab bahwasanya ia berkata : “Wahai Rasul Allâh, apabila ia seorang laki-laki menyetubuhi isterinya, tetapi tidak mengeluarkan mani, apakah yang diwajibkan olehnya? Beliau bersabda, ”Hendaknya dia mencuci bagian-bagian yang berhubungan dengan kemaluan perempuan, berwudhu’ dan lalu shalat”.

🌻 Abu `Abd Allâh berkata, “mandi adalah lebih berhati-hati dan merupakan peraturan hukum yang terakhir. Namun mengetahui tidak wajibnya mandi kamu uraikan juga untuk menerangkan adanya perselisihan pendapat antara orang `alim.” (HR. Bukhâriy dalam Kitab Shahihnya/Kitab Mandi, hadits ke-290

Hal-hal yang dilarang dalam berhubungan suami isteri jima dalam Islam:

1. Jima’ saat isteri dalam keadaan haid ...

🌻 “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allâh kepadamu. Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah/2: 222)

2. Jima’ lewat jalan belakang (sodomi) ...

🌻 Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya”. (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)

🌻 Dari Amru bin Syu’aib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Orang yang menyetubuhi wanita di duburnya sama dengan melakukan liwath (sodomi).. (HR Ahmad)

3. Jima dengan tidak menggunakan penutup/ telanjang ...

🌻 Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

~ o ~

🌻 Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya 😊
🌻 InsyaAlloh... Biidznillah 🌺
🌻 #Astaghfirullah Lil mu'minina wal mu'minat.


🌻 SILAHKAN SHERE 😊 🙏
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh


Jumat, 06 April 2018

5 HUKUM PELAKU DOSA BESAR




Asalahmualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Alhamdulillah dalam kesempatan ini admin bisa bertemu dan bisa ngasih ilmu yg bermanfaat
Semoga antum semuanya berada dalam lindungan Allah SWT


Baik mungkin langsung saja ke  poko pembahasan

Yaitu

5 hukum untuk pelaku dosa besar
Dosa Terbagi Menjadi Dosa Besar Dan Kecil
1. Dosa Besar (Kabirah)
Yaitu setiap dosa yang mengharuskan adanya had di dunia atau yang diancam oleh Allah dengan Neraka atau laknat atau murkaiNya. Adapula yang berpendapat, dosa besar adalah setiap maksiat yang dilakukan seseorang dengan terang-terangan (berani) serta meremehkan dosanya.
Contoh dosa besar adalah sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Jauhilah olehmu tujuh dosa yang membinasakan. Mereka bertanya, ‘Apa itu?’ Beliau menjawab, Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri pada waktu peperangan, menuduh berzina wanita-wanita suci yang mukmin dan lalai dari kemaksiatan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
2. Dosa Kecil (Shaghirah)
Yaitu segala dosa yang tidak mempunyai had di dunia, juga tidak terkena ancaman khusus di akhirat. Ada pula yang berpendapat bahwa dosa kecil adalah setiap kemaksiatan yang dilakukan karena alpa atau lalai dan tidak henti-hentinya orang itu menyesali perbuatannya, sehingga rasa kenikmatannya dengan maksiat tersebut terus memudar.
Contoh dosa kecil adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Dicatat atas bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia mendapatkannya tidak mungkin tidak; maka dua mata zinanya adalah memandang, dua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, dua kaki zinanya adalah melangkah, dan hati adalah menginginkan dan mendambakan, hal itu dibenarkan oleh kemaluan atau didusta-kanya.” (HR. Muslim, no. 2657)
Dalil pembagian dosa menjadi besar dan kecil adalah firman Allah: “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Surga).” (An-Nisa’: 31)
“(Yaitu) orang yang mejauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunanNya.” (An-Najm: 32)
Diriwayatkan dari Umar, Ibnu Abbas dan yang lain bahwasanya mereka berkata: “Tidak ada dosa besar dengan beristighfar dan tidak ada dosa kecil (jika dilakukan) dengan terus-menerus.”
Madzhab Ahlus Sunnah Tentang Pelaku Dosa Besar
Sesungguhnya orang yang melakukan dosa besar tidaklah menjadi kafir jika dia termasuk ahli tauhid dan ikhlas. Tetapi ia adalah mukmin dengan keimanannya dan fasik dengan dosa besarnya, dan ia berada di bawah kehendak Allah. Apabila berkehendak, Dia mengampuninya dan apabila Ia berkehendak pula, maka Ia menyiksa di Neraka karena dosanya, kemudian Ia mengeluarkannya dan tidak menjadikannya kekal di Neraka.
Berbeda dengan kelompok-kelompok sesat yang ekstrim dalam hal ini. Mereka adalah:
1. Murji’ah: Golongan yang menyatakan maksiat tidak membahayakan (berpengaruh buruk) bagi orang beriman, sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat bagi orang kafir.
2. Mu’tazilah: Mereka yang mengatakan bahwa orang yang berdosa besar ini tidak mukmin dan tidak juga kafir, tetapi ia berada pada tingkatan yang ada diantara dua tingkatan tersebut. Namun demikian, apabila ia keluar dari dunia tanpa bertaubat maka ia kekal di Neraka.
3. Khawarij: Mereka mengatakan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir dan kekal di Neraka.
Dalil-dalil Ahlus Sunnah
Ahlus Sunnah berhujjah dengan dalil-dalil yang banyak sekali dari Al-Qur’an dan Al-Hadits, di antaranya:
1. Firman Allah Subhannahu wa Ta’ala: “Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah me-nyukai orang-orang yang berbuat adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (Al-Hujarat: 9-10)
Segi istidlal (pengambilan dalil)-nya: Allah tetap mengakui ke-manan pelaku dosa peperangan dari orang-orang mukmin dan bagi para pembangkang dari sebagian golongan atas sebagian yang lain, dan Dia menjadikan mereka menjadi bersaudara. Dan Allah memerintahkan orang-orang mukmin untuk mendamaikan antara saudara-saudara mereka seiman.
2. Abu Said Al-Khudri Radhiallaahu anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Allah memasukkan penduduk Surga ke Surga. Dia memasukkan orang-orang yang Ia kehendaki dengan rahmatNya. Dan Ia memasukkan penduduk Neraka. Kemudian berfirman, ‘Lihatlah, orang yang engkau dapatkan dalam hatinya iman seberat biji sawi maka keluarkanlah ia.’ Maka dikeluarkanlah mereka dari Neraka dalam keadaan hangus terbakar, lalu mereka dilemparkan ke dalam sungai kehidupan atau air hujan, maka mereka tumbuh di situ seperti biji-bijian yang tumbuh di pinggir aliran air. Tidakkah engkau melihat bagaimana ia keluar berwarna kuning melingkar?” (HR. Muslim, I/172 dan Bukhari, IV/158)
Segi istidlal-nya, adalah tidak kekalnya orang-orang yang berdosa besar di Neraka, bahkan orang yang dalam hatinya terdapat iman yang paling rendah pun akan dikeluarkan dari Neraka, dan iman seperti ini tidak lain hanyalah milik orang-orang yang penuh dengan kemaksiatan dengan melakukan berbagai larangan serta meninggalkan kewajiban-kewajiban.


Semoga bermanfaat
Salam
Admin bias



HAMBA TERBAIK" adalah hamba yang taqwa atas dasar rasa CINTA kepada-NYA...





Assalaamu a'laikumsalaam warohmatullooHi wabarokaatuh BismillaaHirrohmaanirrohiim
Subhanallooh walhamdulillaah walaa ilaaHa illallooH ALLOOHu AKBAR
laa hawla walaa quwwata Illa Billaah
ALLOHumma Sholli a'laa sayyidina MUHAMMAD wa a'laa aali MUHAMMAD

"HAMBA TERBAIK" adalah hamba yang taqwa atas dasar rasa CINTA kepada-NYA...

sujud yang terindah adalah sujud yg merendah atas dasar gejolak hasrat rindu perjumpaan yang kuat kepada-NYA...

-Taqwanya bukan lagi karena takut atas dosa..

-Taqwanya bukan lagi karena takut atas dahsyatnya siksa neraka..

-Taqwanya bukan lagi karena mengharap pahala...

-Taqwanya bukan lagi karena indahnya syurga...

-Sujudnya bukan lagi sekedar pemenuhan rukun sholat..

-Sujudnya menghunjam di titik terrendah penghambaan...

-Sujudnya dalam ritihan gejolak hasrat rindu...

-Sujudnya penuh harap perjumpaan..

~Wahai hamba ALLOH, Tenggelamkan dirimu dalam kekhusyu’an bermesraan dengan-Nya, Hingga kau dapat dengar sapa lembut-Nya

~Sujudkanlah hatimu dan bukan keningmu saja,.. Sujud dengan semua perintah-nya untuk rendah hati tanpa perbedaan takdirmu

Kembalilah...  sesungguhnya semua.. kamu itu...
kepunyaanKu..

Sujud lah..
hampirilah Aku dalam sholatmu membelai rindu...
memadu cinta kepada Ku...

~Damainya jiwa akan ada setelah mengetahui kelemahan diri, dan totalitas pasrah kepada ALLOH SWT

~Tazkiyatun nafs akan membuat diri semakin dekat dengan-Nya,
ridho dalam pengabdian kepadaNya dan bersyukur atas semua ketentuan-Nya



SUBHANALLOH. SESUNGGUHNYA INILAH HAKIKAT HIDUPNYA SEORANG HAMBA YANG MERINDUKAN KEKASIHNYA....

LAA ILAAHA ILLALLOOH MUHAMMAD ROSULULLOOH

semoga kita senantiasa sujud lahir batin kepadaNya..dimanapun..dan kapanpun.. Aamiin aamiin ya Robbal aa'lamiin

Salam Rahmatan Lil aa'lamiin saudaraku semua



Wassalaamu a'laikumsalaam warohmatullooHi wabarokaatuh

Kewajiban seorang istri kepada suami

🍁السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

🍁بسم الله الر حمن الر حيم.  

                   🌺 TAHU KAH? KAMU 🌺

🌻 Wanita perlu taat kepada suami. Tapi tahukah, bahwa lelaki wajib taat kepada Ibunya 3x lebih utama dari pada kepada Bapaknya...

🌻 Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada Lelaki. Tapi tahukah bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada Suaminya, sementara apabila Lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk Isteri dan anak-anaknya.

🌻 Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak. Tapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala umat, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini. Dan tahukah, jika ia mati karena melahirkan adalah Syahid dan Surga akan menantinya...

🌻 Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung jawabkan terhadap 4 wanita, yaitu:
1. Isterinya,
2. Ibunya,
3. Anak Perempuannya dan
4. Saudara Perempuannya.

🌻 Artinya: bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu:
1. Suaminya,
2. Ayahnya,
3. Anak Lelakinya dan
4. Saudara Lelakinya.

🌻 Seorang wanita boleh memasuki pintu surga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu :
1.Sholat 5 waktu,
2.Puasa di bulan Ramadhan,
3 Menjaga kehormatan (tidak pernah berzina) serta
4.Taat kepada Suaminya.



🌻 Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

🌻 Sebarkan tausyiah ini kepada saudara muslim-mu yg lain, semoga pahala mengalir kepadamu juga.... Amiiin :)
Di kirim khusus utk wanita Shalihah ...
:) Bersabar saat tertekan
:) Tersenyum di saat hati menangis
:) Diam saat terhina
:) Mempesona krn memaafkan
:) Mengasihi tanpa pamrih
:) Bertambah kuat di dlm doa & pengharapan.

🌻 Serta dikirim untuk laki2 yg mencintai Isterinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya.....

🌻 Semoga bermanfaat 😊
🌻 InsyaAlloh.. Biidznillah 🌺
🌻 #Astaghfirullah Lil mu'minina wal mu'minat.

🌻 SILAHKAN SHERE 😊 🙏